Rabu, 27 Juli 2016

Warna



“Ada berbagai macam warna yang menghiasi pelangi sehingga terlihat sangat menawan  di langit. Meskipun berbeda-beda mereka tetap bersatu dan terlihat sangat indah, sama halnya dengan kita manusia yang diciptakan berbeda-beda agar tetap bersatu dan terlihat sangat indah”. Kalimat itulah yang selalu teringat dalam benakku ketika aku berada disini. Berdiri memandang tetes-tetes air yang berlomba berjatuhan turun dari langit, menunggunya agar menampakkan sekumpulan warna, namun tak ada satupun warna yang kunjung muncul dihari ini.
Hingga malam tiba hujan tak kunjung redah sehingga membuat seluruh permukaan disekitarku mulai tergenang air. Derasnya hujan dan kuatnya tiupan angin membuat suara panggilan dering telpon tak terdengar sama sekali. Atau mungkin hujan tidak mau jika aku mendengar dering panggilan itu. Hingga menjelang tengah malam hujan masih sangat deras. Apakah langit tidak capek menumpahkan air sebanyak itu? Apakah dia tidak bosan melakukannya selama berjam-jam? Apakah dia sedang terluka? sedih? Marah??.
Sebanyak waktu yang digunakannya untuk mengguyur tanah ini, selama itu pula aku pergunakan untuk melakukan banyak hal bersama teman-teman. Menceritakan berbagai lelucon kocak yang membuat semua yang ada di sini jadi terpingkal-pingkal, mencari makanan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan, nonton film horror, mengomentari berbagai macam status “hujan kok gak mau berhenti ya… bikin tambah galau aja…hckhck….” ini salah satu status yang menuai komentar dari kami bertiga. “Ayu, Risna tidur yok udah jam 11 nih, aku dah ngantuk sekali”.
Ditemani oleh irama hujan aku memejamkan mata. “Ada berbagai macam warna yang menghiasi pelangi sehingga terlihat sangat menawan  di langit. Meskipun berbeda warna mereka tetap bersatu dan terlihat sangat indah, sama halnya dengan kita manusia yang diciptakan berbeda-beda agar tetap bersatu dan terlihat sangat indah”. Teringat kembali kalimat yang selalu diucapkan olehnya. I Miss you Dad.

Minggu, 24 Juli 2016

BAB I PENGARUH KEMAMPUAN MEMBACA DAN OPERASI HITUNG DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA ARITMATIKA SOSIAL



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi  modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran dasar pada setiap jenjang pendidikan formal yang memegang peran penting. Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstrak, idealisasi, atau generalisasi untuk menjadi suatu studi ataupun pemecahan masalah.
Dalam pelaksanaan pembelajaran disekolah usaha untuk meningkatkan motivasi belajar siswa banyak mengalami kendala dan hambatan. Lebih- lebih pada mata pelajaran matematika yang menuntut begitu banyak pencapaian konsep sehingga mengakibatkan motivasi belajar kurang baik. Motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kemampuan yang berasal dari siswa,yang terdiri dari kecerdasan, bakat, minat, motivasi dan emosi. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar, yang tediri dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Diantara ketiga lingkungan itu yang paling berpengaruh adalah lingkungan sekolah seperti guru, sarana belajar dan teman- teman sekelas.
Membaca, menulis dan berhitung merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa. Ketiga keterampilan ini merupakan syarat utama bagi siswa untuk dapat mengikuti pelajaran selanjutnya. Muntasir (1982: 72-76) dalam bukunya mengungkapkan bahwa, keterampilan membaca, menulis dan berhitung tidak hanya sebagai syarat untuk mengikuti pelajaran lebih lanjut, akan tetapi juga untuk bekerja dan mengembangkan diri di masyarakat.
Dalam kurikulum, membaca dan menulis dipelajari dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan berhitung dipelajari dalam mata pelajaran Matematika. Oleh karena itu, kedua mata pelajaran ini di pandang penting. Pentingnya kedua mata pelajaran ini, dapat dilihat dalam proporsi jam pelajaran yang diatur dalam kurikulum. Pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika mendapat jatah jam terbanyak dibandingkan mata pelajaran lain.
Akan tetapi dilihat dari tabel 1, hasil belajar pada mata pelajaran Matematika yang diperoleh siswa secara rata-rata di Sekolah Menengah Atas di kota Samarinda belum memenuhi target yang diharapkan. Ini merupakan hal yang mungkin jika kualitas pendidikan untuk kedua mata pelajaran tersebut menjadi indikasi rendahnya kemampuan baca-tulis-hitung siswa SMP di kota Samarinda.
Tabel 1. Daftar Nilai Ujian Nasional SMP Tahun 2013 se-Kalimantan Timur
Mata Pelajaran
Nilai Rata-Rata
Bahasa Indonesia
7,14
Matematika
6,09
IPA
7,15
Kelemahan siswa dapat saja disebabkan karena siswa mengalami kesulitan dalam belajar.salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar dalam mata pelajaran matematika adalah lemahnya kemampuan bahasa bagi para siswa, khususnya kemampuan membaca (Abdurrahman, 1993: 125).
Materi dalam pelajaran Matematika yang terkait dengan kemampuan membaca adalah soal cerita. Abdurrahman (1993: 126) menyatakan bahwa kesulitan dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat (soal cerita) dapat disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud kalimat atau kata yang terkandung dalam soal tersebut.
Soal cerita dapat dipandang sebagai integritas antara kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Dalam menyelesaikan soal cerita Matematika yang berbentuk cerita, siswa dituntut untuk memahami dengan baik. Menurut Soedjadi (2000: 199) soal cerita merupakan salah satu bahan ajaran dalam Matematika yang dapat digunakan untuk penalaran. Ini berarti, soal cerita mempunyai arti penting dalam mewujudkan tujuan pengajaran matematika, yaitu untuk penataan nalar dan pembentukan sikap serta keterampilan dalam matematika (Depdikbud, 1994: 1). Begitu pentingnya soal cerita, sehingga dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah, terlihat bahwa hampir setiap materi ajar memuat tentang soal cerita.
Soal cerita berkaitan erat dengan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari kelemahan dalam menyelesaikan soal cerita menandakan kelemahan dalam kemampuan dasar siswa. Selanjutnya, kelemahan tersebut dapat kelemahan siswa untuk mencari pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mengetehui fakto-faktor yang berpengaruh dan sejauh mana pengaruhnya terhadap kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita, maka perlu ada upaya untuk membantu mengatasi kelemahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tersebut, dengan tujuan agar siswa dapat mencari pemecahan masalah yang berhubungan dengan soal cerita.
1.2  Batasan Masalah
Mengingat masalah yang diteliti mencakup ruang lingkup yang luas, maka untuk memungkinkan pengelolaan penelitian yang memadai perlu dilakukan pembatasan dalam ruang lingkup penelitian ini.
Agar penelitian lebih terarah dan spesifik maka masalah dibatasi pada pengaruh kemampuan membaca dan operasi hitung dalam menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial
1.3  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah, maka penulis merumuskan masalah yang akan diteliti sebagai berikut:
1.      Bagaimana tingkat kemampuan membaca, kemampuan operasi hitung dan kemampuan menyelesaikan soal cerita arimatika sosial
2.      Apakah kemampuan membaca dan operasi hitung berpengaruh terhadap kemampuan menyelesaikan soal cerita pada siswa
1.4  Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.      Tingkat kemampuan membaca siswa
2.      Tingkat kemampuan opersi hitung siswa
3.      Tingkat kemampuan menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial siswa
1.5  Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini, yaitu:
1.      Memberikan informasi tentang kemampuan membaca siswa
2.      Memberikan informasi tantang kemampuan opersi hitung siswa
3.      Memberikan informasi tentang kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial
4.      Sebagai tolak ukur dalam rangka perbaikan pengajaran matematika pada materi soal cerita. Untuk selanjutnya, meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal cerita, khususnya soal cerita yang merupakan penerapan aritmatika sosial.