BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Matematika merupakan
ilmu universal yang mendasari perkembangan teknologi modern, mempunyai peran penting dalam
berbagai disiplin dan memajukan daya pikir manusia. Perkembangan pesat di
bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini dilandasi oleh
perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori
peluang dan matematika diskrit. Untuk menguasai dan mencipta teknologi di masa
depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.
Matematika
merupakan salah satu mata pelajaran dasar pada setiap jenjang pendidikan formal
yang memegang peran penting. Matematika merupakan alat yang dapat memperjelas
dan menyederhanakan suatu keadaan atau situasi melalui abstrak, idealisasi, atau
generalisasi untuk menjadi suatu studi ataupun pemecahan masalah.
Dalam
pelaksanaan pembelajaran disekolah usaha untuk meningkatkan motivasi belajar
siswa banyak mengalami kendala dan hambatan. Lebih- lebih pada mata pelajaran
matematika yang menuntut begitu banyak pencapaian konsep sehingga mengakibatkan
motivasi belajar kurang baik. Motivasi belajar dapat dipengaruhi oleh dua
faktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu kemampuan
yang berasal dari siswa,yang terdiri dari kecerdasan, bakat, minat, motivasi
dan emosi. Sedangkan faktor eksternal berasal dari luar, yang tediri dari
lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Diantara ketiga lingkungan itu
yang paling berpengaruh adalah lingkungan sekolah seperti guru, sarana belajar
dan teman- teman sekelas.
Membaca, menulis dan berhitung merupakan keterampilan
dasar yang harus dimiliki siswa. Ketiga keterampilan ini merupakan syarat utama
bagi siswa untuk dapat mengikuti pelajaran selanjutnya. Muntasir (1982: 72-76)
dalam bukunya mengungkapkan bahwa, keterampilan membaca, menulis dan berhitung
tidak hanya sebagai syarat untuk mengikuti pelajaran lebih lanjut, akan tetapi
juga untuk bekerja dan mengembangkan diri di masyarakat.
Dalam kurikulum, membaca dan menulis dipelajari dalam mata
pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan berhitung dipelajari dalam mata pelajaran
Matematika. Oleh karena itu, kedua mata pelajaran ini di pandang penting.
Pentingnya kedua mata pelajaran ini, dapat dilihat dalam proporsi jam pelajaran
yang diatur dalam kurikulum. Pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan
menengah, mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika mendapat jatah jam
terbanyak dibandingkan mata pelajaran lain.
Akan tetapi dilihat dari tabel 1, hasil belajar pada mata
pelajaran Matematika yang diperoleh siswa secara rata-rata di Sekolah Menengah
Atas di kota Samarinda belum memenuhi target yang diharapkan. Ini merupakan hal
yang mungkin jika kualitas pendidikan untuk kedua mata pelajaran tersebut
menjadi indikasi rendahnya kemampuan baca-tulis-hitung siswa SMP di kota
Samarinda.
Tabel
1. Daftar Nilai Ujian Nasional SMP Tahun 2013 se-Kalimantan Timur
Mata Pelajaran
|
Nilai Rata-Rata
|
Bahasa Indonesia
|
7,14
|
Matematika
|
6,09
|
IPA
|
7,15
|
Kelemahan siswa dapat saja disebabkan karena siswa mengalami kesulitan
dalam belajar.salah satu faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan
belajar dalam mata pelajaran matematika adalah lemahnya kemampuan bahasa bagi
para siswa, khususnya kemampuan membaca (Abdurrahman, 1993: 125).
Materi dalam pelajaran Matematika yang terkait dengan kemampuan membaca
adalah soal cerita. Abdurrahman (1993: 126) menyatakan bahwa kesulitan dalam
menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat (soal cerita) dapat
disebabkan oleh kesulitan dalam memahami maksud kalimat atau kata yang
terkandung dalam soal tersebut.
Soal cerita dapat dipandang sebagai integritas antara kemampuan
membaca, menulis dan berhitung. Dalam menyelesaikan soal cerita Matematika yang
berbentuk cerita, siswa dituntut untuk memahami dengan baik. Menurut Soedjadi
(2000: 199) soal cerita merupakan salah satu bahan ajaran dalam Matematika yang
dapat digunakan untuk penalaran. Ini berarti, soal cerita mempunyai arti
penting dalam mewujudkan tujuan pengajaran matematika, yaitu untuk penataan
nalar dan pembentukan sikap serta keterampilan dalam matematika (Depdikbud,
1994: 1). Begitu pentingnya soal cerita, sehingga dalam kurikulum pendidikan
dasar dan menengah, terlihat bahwa hampir setiap materi ajar memuat tentang
soal cerita.
Soal cerita berkaitan erat dengan masalah yang ada dalam kehidupan
sehari-hari kelemahan dalam menyelesaikan soal cerita menandakan kelemahan
dalam kemampuan dasar siswa. Selanjutnya, kelemahan tersebut dapat kelemahan
siswa untuk mencari pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Mengetehui
fakto-faktor yang berpengaruh dan sejauh mana pengaruhnya terhadap kemampuan
siswa dalam menyelesaikan soal cerita, maka perlu ada upaya untuk membantu
mengatasi kelemahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita tersebut, dengan
tujuan agar siswa dapat mencari pemecahan masalah yang berhubungan dengan soal
cerita.
1.2 Batasan Masalah
Mengingat
masalah yang diteliti mencakup ruang lingkup yang luas, maka untuk memungkinkan
pengelolaan penelitian yang memadai perlu dilakukan pembatasan dalam ruang
lingkup penelitian ini.
Agar penelitian lebih terarah dan spesifik maka masalah dibatasi pada pengaruh kemampuan membaca
dan operasi hitung dalam menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial
1.3 Rumusan masalah
Berdasarkan
latar belakang dan batasan masalah, maka penulis merumuskan masalah yang akan
diteliti sebagai berikut:
1. Bagaimana
tingkat kemampuan membaca, kemampuan operasi hitung dan kemampuan menyelesaikan
soal cerita arimatika sosial
2. Apakah
kemampuan membaca dan operasi hitung berpengaruh terhadap kemampuan
menyelesaikan soal cerita pada siswa
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Tingkat
kemampuan membaca siswa
2. Tingkat
kemampuan opersi hitung siswa
3. Tingkat
kemampuan menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial siswa
1.5 Manfaat Penelitian
Manfaat yang
diharapkan dari penelitian ini, yaitu:
1. Memberikan
informasi tentang kemampuan membaca siswa
2. Memberikan
informasi tantang kemampuan opersi hitung siswa
3. Memberikan
informasi tentang kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita aritmatika sosial
4. Sebagai
tolak ukur dalam rangka perbaikan pengajaran matematika pada materi soal
cerita. Untuk selanjutnya, meningkatkan hasil belajar siswa pada materi soal
cerita, khususnya soal cerita yang merupakan penerapan aritmatika sosial.