Rabu, 27 Juli 2016

Warna



“Ada berbagai macam warna yang menghiasi pelangi sehingga terlihat sangat menawan  di langit. Meskipun berbeda-beda mereka tetap bersatu dan terlihat sangat indah, sama halnya dengan kita manusia yang diciptakan berbeda-beda agar tetap bersatu dan terlihat sangat indah”. Kalimat itulah yang selalu teringat dalam benakku ketika aku berada disini. Berdiri memandang tetes-tetes air yang berlomba berjatuhan turun dari langit, menunggunya agar menampakkan sekumpulan warna, namun tak ada satupun warna yang kunjung muncul dihari ini.
Hingga malam tiba hujan tak kunjung redah sehingga membuat seluruh permukaan disekitarku mulai tergenang air. Derasnya hujan dan kuatnya tiupan angin membuat suara panggilan dering telpon tak terdengar sama sekali. Atau mungkin hujan tidak mau jika aku mendengar dering panggilan itu. Hingga menjelang tengah malam hujan masih sangat deras. Apakah langit tidak capek menumpahkan air sebanyak itu? Apakah dia tidak bosan melakukannya selama berjam-jam? Apakah dia sedang terluka? sedih? Marah??.
Sebanyak waktu yang digunakannya untuk mengguyur tanah ini, selama itu pula aku pergunakan untuk melakukan banyak hal bersama teman-teman. Menceritakan berbagai lelucon kocak yang membuat semua yang ada di sini jadi terpingkal-pingkal, mencari makanan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan, nonton film horror, mengomentari berbagai macam status “hujan kok gak mau berhenti ya… bikin tambah galau aja…hckhck….” ini salah satu status yang menuai komentar dari kami bertiga. “Ayu, Risna tidur yok udah jam 11 nih, aku dah ngantuk sekali”.
Ditemani oleh irama hujan aku memejamkan mata. “Ada berbagai macam warna yang menghiasi pelangi sehingga terlihat sangat menawan  di langit. Meskipun berbeda warna mereka tetap bersatu dan terlihat sangat indah, sama halnya dengan kita manusia yang diciptakan berbeda-beda agar tetap bersatu dan terlihat sangat indah”. Teringat kembali kalimat yang selalu diucapkan olehnya. I Miss you Dad.

1 komentar: