“Ada
berbagai macam warna yang menghiasi pelangi sehingga terlihat sangat
menawan di langit. Meskipun berbeda-beda
mereka tetap bersatu dan terlihat sangat indah, sama halnya dengan kita manusia
yang diciptakan berbeda-beda agar tetap bersatu dan terlihat sangat indah”.
Kalimat itulah yang selalu teringat dalam benakku ketika aku berada disini.
Berdiri memandang tetes-tetes air yang berlomba berjatuhan turun dari langit,
menunggunya agar menampakkan sekumpulan warna, namun tak ada satupun warna yang
kunjung muncul dihari ini.
Hingga
malam tiba hujan tak kunjung redah sehingga membuat seluruh permukaan disekitarku
mulai tergenang air. Derasnya hujan dan kuatnya tiupan angin membuat suara
panggilan dering telpon tak terdengar sama sekali. Atau mungkin hujan tidak mau
jika aku mendengar dering panggilan itu. Hingga menjelang tengah malam hujan
masih sangat deras. Apakah langit tidak capek menumpahkan air sebanyak itu?
Apakah dia tidak bosan melakukannya selama berjam-jam? Apakah dia sedang
terluka? sedih? Marah??.
Sebanyak
waktu yang digunakannya untuk mengguyur tanah ini, selama itu pula aku
pergunakan untuk melakukan banyak hal bersama teman-teman. Menceritakan
berbagai lelucon kocak yang membuat semua yang ada di sini jadi
terpingkal-pingkal, mencari makanan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan,
nonton film horror, mengomentari berbagai macam status “hujan kok gak mau
berhenti ya… bikin tambah galau aja…hckhck….” ini salah satu status yang menuai
komentar dari kami bertiga. “Ayu, Risna tidur yok udah jam 11 nih, aku dah
ngantuk sekali”.
Ditemani
oleh irama hujan aku memejamkan mata. “Ada berbagai macam warna yang menghiasi
pelangi sehingga terlihat sangat menawan
di langit. Meskipun berbeda warna mereka tetap bersatu dan terlihat
sangat indah, sama halnya dengan kita manusia yang diciptakan berbeda-beda agar
tetap bersatu dan terlihat sangat indah”. Teringat kembali kalimat yang selalu
diucapkan olehnya. I Miss you Dad.
kalo ad yang salah ketik maaf yaa....
BalasHapus