Selasa, 16 Agustus 2016

Perkembangan motorik

            Perkembangan Motor atau fisik dapat diartikan sebagai istilah yang menunjuk pada hal, keadaan, dan kegiatan yang melibatkan otot-otot juga gerakan-gerakannya. Secara singkat, motor dapat pula dipahami sebagai segala kedaan yang meningkatkan atau nenghasilkan stimulasi atau rangsangan terhadap kegiatan-kegiatan organ fisik.
Proses perkembangan fisik anak berlangsung kurang lebih selama dua dekade (dua dasawarsa) sejak ia lahir. Semburan perkembangan terjadi pada masa anak menginjak usia remaja antara 12 atau 13 tahun hingga 21 atau 22 tahun. Pada saat perkembangan berlangsung, beberapa bagian jasmani, seperti kepala, dan otak yang pada waktu dalam rahim berkenbang tidak seimbang.
Tahapan-tahapan perkembangan fisik, antara lain:
a.       Tahap oral, umur 0-1 tahun
b.      Tahap anal, umur 1-3 tahun
c.       Tahap falis, umur 3-5 tahun
d.      Tahap latin, umur 5-12 tahun dan 13 tahun
e.       Tahap puberitas , umur 12-13 tahun
f.       Tahap genital, umur 12 tahun dan seterusnya
perkembangan kognitif adalah salah satu aspek perkembangan peserta didik yang berkaitan dengan pengertian (pengetahuan), yaitu semua proses psikologis yang berkaitan dengan bagaimana individu mempelajari dan memikirkan lingkungannya.
Tahapan-tahapan perkembangan kognitif, antara lain:
a.       Tahap sensory-motor, umur 0-2 tahun
b.      Tahap pre-operational,umur 2-7 tahun
c.       Tahap concrete-operational, umur 7-11 tahun
d.      Tahap formal-operation, umur 11-15 tahun
Perkembangan bahasa siswa adalah perkembangan dimana seorang anak sudah dapat membedakan berbagai benda disekitarnya serta melihat hubungan fungsional antara benda-benda tersebut. Disamping itu, penguasaan kosa kata anak juga meningkat pesat. Anak mengucap kalimat yang makin panjang dan bagus, menunjukkan panjang pengucapan rata-rata anak telah mulai menyatakan pendapatnya dengan kalimat majemuk. Pada anak dan balita orang tua seringkali lupa, bahwa ada faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi perbedaan setiap anak diantara:
1.      Faktor biologis dan genetika (keturunan)
2.      Faktor pola asuh
3.      Faktor lingkungan
4.      Faktor pendidikan
5.      Faktor pengalaman (perjalanan dan pengalaman      hidup sehari-hari)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar